Selasa, 30 Desember 2014

Udah__Putusin__Aja ...


CINTA ITU MEMIKIRKAN YANG DICINTAI, BUKAN HANYA KEMARIN DAN KINI, TAPI NANTI. Mari kita berbicara tentang masa depan. Agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan, ada hal yang jelas harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan. 




EMANG PACARAN DALAM ISLAM GA BOLEH, YA? 

    IYA, Rasulullah melarang segala jenis khalawat yang bukan mahram, termasuk pacaran. 

WALAUPUN BEDA NEGARA? LDR GITU?

    Mau beda negara,
    Mau beda alam,
    Mau beda dunia,
    Mau LDR,
    Mau tetangga, TETEP AJA HARAM!

KAN PACARANNYA GA NGAPA-NGAPAIN?

    Nggak ngapa-ngapain aja udah maksiat dan dapet dosa, Rugi kan? Mendingan ga usah dehh
 
TAPI KAN KITA PUNYA PERASAAN...

    So? Harus bilang wow gituh? Punya perasaan gak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasih kamu perasaan.

KALO PACARAN BIKIN POSITIF?

    Positif hamil maksudnya?  

HEHEHE... JANGAN SOUDZON. MAKSUDNYA BERSAMANYA BIKIN RAJIN SHALAT GE TO...

    Shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? Pernah dengar ikhlas?

NGGAK, MAKSUDNYA KALO GEGARA DIA KITA RAJIN SHALAT. DIA KAN JADI BERAMAR MA'RUF.

   Halah, dusta! mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah.

KALO ORANG TUA UDAH RESTUI KITA PACARAN?

   Mau orang tua yang kasih restu, Mau orang utan yang kasih restu, tetep aja pacaran maksiat.

KATANYA RIDHA ALLAH KAN BERSAMA RIDHA ORTU?

   Ngawur PUOL! Dalam ketaatan kepada Allah betul.. LHA, dalam maksiat? Masa ortu lebih tau daripada Allah? 

JADI, GAK BOILEH NIH? KALO DIKIT AJA GIMANA? 

   EEE,,, PAKE NAWAR, emang ini toko besi kulakan?
    haiyyaa....


pacaran tanda DEWASA atau beradegan DEWASA ?


N a 'u d z u b i l l a h ...

Bukan pacaran namanya jika tidak berpegangan tangan, atau segala perbuatan lain yang meninggikan syahwat. Berkenalan mungkin benar, tapi terbatas hanya fisik yang dikenali. 

Tidak diragukan lagibahwa pacaran adalah jalan bebas hambatan menuju zina dan ini hal yang sangat memprihatinkan.

Wajar saja bila terjadi zina. pertemuan yang rutin menghasilkan kesempatan-kesempatan yang muncul secara acak atau lewat kesempatan yang terencana.setan pasti akan selalu menyertai dua insan yang bukan mahram saat berdua-duaan dan pacaran memang enaknya cuma berdua, cocok. 

Ditambah lagi budaya barat yang diimpor lewat sinetron, film, dan media-media lainnya sudah menjadi kiblat bagi remaja masa kini.pesta-pesta di rumah ala Amerika sampaiwisuda keperawananala Jepang jadi idaman remaja.Hasilnya sudah bisa ditebak, seks bebas merajalela.

TAPI KAN ...?!

pAcArAn menambah semangat belajar.
 
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada.mungkin pada awalnya semangat belajar karena ingin membuktikan kepada pacarnya kalau dia pinter-- nah, ini saja sudah bermasalah niatnya -- namun ke depan yang terjadi justru nilai jeblok bin hancur.
Karena pacaran itu ibarat candu yang bikin ketagihan. Nafsu yang harus terpenuhi. Akhirnya malah kepala penuh dengan khayalan dan bayangan  tidak semestinya. 

   Jadi, mungkin tepat bila pacaran itu belajar mengkhayal, atau malah lebih tepat belajar maksiat?


Senin, 29 Desember 2014

Salahkah Merasa???


awalnya biasa saja, entah mulai kapan muncul rasa. bergejolak di dalam dada laksana air mendidih menggelegak. pikiran penuh dengan wajahnya dan lidah tak bisa dikendalikan untuk selalu menyebut namanya
senyum yang jarang terlihat kini jadi bingkai wajah dan entah kenapa seluruh dunia juga seolah membalas senyumnya




SAAT berjauhan rindu, tapi bertatap muka malu. Saat tak  berjumpa terbayang-bayang, namun saat bertemu canggung meradang.Ribuan kata dalam akal pikiran, namun lidah kelu kaku dan lunglai. Dari pesimis berubah jadi romantis, dari oportunis bisa berganti puitis.

Demi dia, tidak ada benua yang terlalu jauh untuk dijalani,tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, dan tidak ada samudra yang terlalu luas untuk disebrangi.



ANDA JATUH CINTA?


SUDAH dikatakan, cinta adalah fitrah dan indikasi kedewasaan Bila kamu sudah merasakan jatuh cinta, saya katakan selamat! karena itu tanda bahwa Kamu normal dan baik-baik saja.

Namun, bukan berarti ketika Allah mengaruniakan rasa cinta sebagai fitrah kepada manusia, lantas kita bisa mengekspresikannya sesuai kehendak kita, seperti apa pun yang kita inginkan. Ada masanya,ada caranya,dan ada aturannya. Karena itulah, Islam diturunkan oleh Allah. Supaya kita tetap menjadi manusia, bukan hewan yang bebas berekspresi saat mereka jatuh cinta.


Cinta itu Fitrah

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaann-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dan sejenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS Al-Rum [30]: 21) 


 

KITA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI CINTA. TIADA YANG SALAH KARENA CINTA ADALAH ANUGERAH. Justru cintalah yang memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan dan menerbitkan harapan. Tiada masalah ada cinta pada manusia dan tiadapernah pula Allah karuniakan selaksa Cinta untuk menyiksa. Allah turunkan cinta agar dua insan dapat bersama dalam bahtera asa. 

 

Cinta adalah pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menanamkan rasa cinta pada jiwa kita sebagai bentukdari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya. 

 

Allah yang menjadikan rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta manusia terhadap apa pun yang diinginkan di dunia.

 

CINTA bagi manusia adalah bagian dari fitrah, bagian dari naluri-naluri, al-ghara'iz. Al-ghara'iz adalah naluri-naluri yang tidak dapat diindra mata, namun terdapat pada manusia dan ia menuntut pemenuhan. 

Al-ghara'iz bisa jadi naluri untuk mempertahankan eksistensi dan berorientasi pada diri sendiri (gharizah baqa), seperti rasa ingin dihargai, takut bila merasa terancam, dan lainnya. Bisa pula naluri untuk melanjutkan keturunan (gharizah nau'), seperti rasa sayang terhadap orang tua, anak, saudara, ataupun lawan jenis. bisa pula mewujud dalam naluri untuk menyucikan sesuatu (gharizah tadayyun), seperti rasa takjub saat melihat sesuatu yang agung ataupun beragamaitu sendiri.  


(UdahPutusinAja!)