Bukan pacaran namanya jika tidak berpegangan tangan, atau segala perbuatan lain yang meninggikan syahwat. Berkenalan mungkin benar, tapi terbatas hanya fisik yang dikenali.
Tidak diragukan lagibahwa pacaran adalah jalan bebas hambatan menuju zina dan ini hal yang sangat memprihatinkan.
Wajar saja bila terjadi zina. pertemuan yang rutin menghasilkan kesempatan-kesempatan yang muncul secara acak atau lewat kesempatan yang terencana.setan pasti akan selalu menyertai dua insan yang bukan mahram saat berdua-duaan dan pacaran memang enaknya cuma berdua, cocok.
Ditambah lagi budaya barat yang diimpor lewat sinetron, film, dan media-media lainnya sudah menjadi kiblat bagi remaja masa kini.pesta-pesta di rumah ala Amerika sampaiwisuda keperawananala Jepang jadi idaman remaja.Hasilnya sudah bisa ditebak, seks bebas merajalela.
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada.mungkin pada awalnya semangat belajar karena ingin membuktikan kepada pacarnya kalau dia pinter-- nah, ini saja sudah bermasalah niatnya -- namun ke depan yang terjadi justru nilai jeblok bin hancur.
Tidak diragukan lagibahwa pacaran adalah jalan bebas hambatan menuju zina dan ini hal yang sangat memprihatinkan.
Wajar saja bila terjadi zina. pertemuan yang rutin menghasilkan kesempatan-kesempatan yang muncul secara acak atau lewat kesempatan yang terencana.setan pasti akan selalu menyertai dua insan yang bukan mahram saat berdua-duaan dan pacaran memang enaknya cuma berdua, cocok.
Ditambah lagi budaya barat yang diimpor lewat sinetron, film, dan media-media lainnya sudah menjadi kiblat bagi remaja masa kini.pesta-pesta di rumah ala Amerika sampaiwisuda keperawananala Jepang jadi idaman remaja.Hasilnya sudah bisa ditebak, seks bebas merajalela.
TAPI KAN ...?!
pAcArAn menambah semangat belajar.
Ini alasan yang lucu karena bertentangan dengan fakta yang ada.mungkin pada awalnya semangat belajar karena ingin membuktikan kepada pacarnya kalau dia pinter-- nah, ini saja sudah bermasalah niatnya -- namun ke depan yang terjadi justru nilai jeblok bin hancur.
Karena pacaran itu ibarat candu yang bikin ketagihan. Nafsu yang harus terpenuhi. Akhirnya malah kepala penuh dengan khayalan dan bayangan tidak semestinya.
Jadi, mungkin tepat bila pacaran itu belajar mengkhayal, atau malah lebih tepat belajar maksiat?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar