~(The History)~


Ini sebuah kisah, semoga kita dapat mengmbil hikmahnya. 


Saya kemarin berpacaran dengan teman SMP saya. Waktu SMP dia pernah menyatakan cintanya kepada saya, tetapi saat itu saya menolaknya. Sekarang, saya sama-sama sudah kuliah di satu kampus. Kami mulai dekat kembali dan berpacaran. 
Dia pernah mengatakan mau berhubungan intim untuk pertama kalinya dengan saya. Dia bilang,"Umurku 20 tahunan,tapi aku belum pernah ngerasain ML.Aku pengen ngerasain pertama sama kamu. Temen-temenku hampir semua udah pernah ngelakuin. Aku pengen ngerasain pertama sama kamu. 
Lalu saya menjawab," Nggak mau,ini buat suami aku nantinya."
Terus dia jawab, "Kamu nggak percaya nantinya aku bakal jadi suami kamu?"
Saya bilang," Kita belum tahu kedepannya kita jadi apa enggak, bisa jadi aja kan tiba-tiba putus?"
Dia beranib minta melakukan hubungan intim diawal pacaran, minggu pertama pacaran. Di situ saya menolak habis-habisan.
Suatu ketika saya pergi nonton samadia.Pas di bioskopdia ngajakin saya ke hotel, tapi sayagak mau. Pulangnya,karena sudah jam 12 malam, dia minta untuk ngobrol di atas rumah saya. Nah, dari situ awal mula saya memberikan kehormatan saya.
Tiga kali saya melakukan perzinaan itu. Keempat kalinya dia meminta, saya tidak mau. Karena saya baru saja menyadari bagaimana mengenai pacaran. Pada saat saya menolak,diamarah sekali.
Saya nanya, "Kamu serius nggak sama hubungan ini?"
Dijawab sama dia,"Ribetbanget sih lu, tinggal jalanin doang."
Saya mulai menyadari bahwa semua ucapan yang pernah dia katakan kepada saya itu bohong. 
Saya ingin dia bertanggung jawab atas semua ini.
Tetapi,sikap dia mulai berubah, semakin dingin dan cuek, tidak care sama saya. Dan yang menurut saya paling menyakitkan, dia tidak mau memperkenalkan saya dengan orang tuanya, main ke rumahnya saja tidak boleh. Saya mulai nggak kuat ngadepin dia.
Saya mengakhiri hubungan dengan rasa penyesalan yang teramat dalam. Kalau saja saya tidak menyerahkan kehormatan saya untuk lelaki seperti dia, mungkin saya tidakakan seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar